Core Teknologi

Pemerhati IT juga mencemaskan panas yang ditimbulkan oleh penambahan inti kedua pada prosesor notebook. Untuk menjawab hal tersebut, Intel meluncurkan prosesor Core Duo untuk menjanjikan peningkatan kinerja dengan ketahanan baterai tinggi dan tanpa peningkatan suhu yang berarti.
CentrinoIntel sebagai sebuah perusahaan IT tidak saja cerdas dalam menciptakan sebuah produk baru, mereka juga memiliki kelihaian dalam segi pemasaran. Centrino sebagai sebuah nama platform merupakan jaminan Intel bahwa notebook dengan logo tersebut memiliki prosesor Pentium M dengan sistem dan wireless Intel yang terintegrasi secara optimal.
Perbedaan Centrino sekarang dan Centrino dahulu tidak terletak sebatas penambahan istilah “Duo” saja. Bersamaan dengan penggunaan logo Intel baru, Centrino Duo
memimpin barisan penyerangan Intel di pasar notebook dengan dilengkapi prosesor Core Duo/Solo, chipset Intel 945 Express, dan solusi wireless Intel 3945 ABG.
Perbedaan antara Intel 945 Express pada Centrino Duo dan 915 pada Centrino generasi lalu terutama terletak pada dukungan Front Side Bus (FSB) dari 533 MHz pada Centrino menjadi 667 MHz pada Centrino Duo. Hal ini berarti terdapat peningkatan sebesar 25%. Kini dengan dua inti prosesor, jalur data harus diperbesar sehingga kedua prosesor dapat bekerja secara maksimal, terutama dalam hal pembagian beban.
Secara teknis, memori DDR2-533 dengan konfigurasi dual channel sudah mencukupi kebutuhan bandwidth memori prosesor Core Duo. Dengan perpindahan data maksimum prosesor Core Duo sebesar 5.53 Gigabyte per detik, bandwidth memori DDR2-533 yang mencapai 8.53 Gigabyte per detik tampak berlebihan, belum lagi bandwidth memori DDR2-667 yang mencapai 10.67 Gigabyte per detik.
Karena dengan begitu, sistem akan bekerja lebih optimal dengan membagi resource untuk meningkatkan kinerja graphics card terintegrasi.
Untuk mendukung tema penghematan daya pada Centrino Duo, chipset sistem Intel 945 Express dibekali dengan beberapa peningkatan efisiensi penggunaan daya dibandingkan platform Centrino lama. Peningkatan dari segi modul wireless 3945ABG yang digunakan oleh Centrino Duo jelas terlihat dari pengurangan ukuran fisiknya dibandingkan dengan modul wireless pada platform Centrino yang lalu. Ksatria dan kudanya
Peningkatan kinerja sistem dan wireless Centrino Duo memang terlihat tidak terlalu signifikan dari segi penggunaan sehari-hari. Peningkatan yang terlihat jelas dari notebook Centrino Duo memang terletak pada penggunaan prosesor Intel Core Duo/Solo. Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai prosesor Core Duo, Intel juga memproduksi varian single core yang diberi nama Core Solo.
Tentunya prosesor ini merupakan varian entry level dengan harga yang relatif murah. Untuk notebook Centrino generasi baru, Intel menggunakan logo Centrino tanpa istilah Duo untuk mendeskripsikan notebook Centrino dengan prosesor ini. Meskipun begitu, dibandingkan dengan prosesor Core Duo kekurangan prosesor ini hanya pada tidak terdapatnya inti kedua saja, tidak ada pemotongan feature lain maupun set instruksi seperti Celeron M dan Pentium M.
Secara kasat mata tidak ada perubahan yang signifikan pada prosesor Core Duo dibandingkan dengan prosesor Pentium M yang digantikannya. Dengan proses fabrikasi 65 nanometer (nm), Intel mampu membuat dua inti prosesor dimasukkan ke dalam satu paket dengan konsumsi daya minimal. Hasilnya adalah sebuah prosesor dengan ukuran dan jumlah pin yang tidak jauh berbeda dengan Pentium M.
Penambahan instruksi SSE3 seperti jajaran prosesor desktop Pentium 4, proses fabrikasi dan penambahan inti kedua tampaknya hanya peningkatan yang berarti pada prosesor ini. Namun, banyak peningkatan-peningkatan yang dilakukan oleh Intel dari segi teknis internal.
Smart Cache: Pentium D pada desktop memiliki L2 Cache dua Megabyte terdedikasi pada setiap inti namun Intel melakukan pendekatan yang berbeda untuk Core Duo. Dengan menyertakan satu L2 Cache dua Megabyte untuk dibagi oleh dua prosesor akan menimbulkan pertanyaan, apakah Intel melambatkan prosesor Core Duo secara signifikan atau tidak. Pentium D memiliki satu kelemahan yaitu dua inti tidak berkomunikasi dengan cepat sehingga data pada Cache yang terpisah sering kali tercampur antara yang telah diproses dan belum diproses.
Dengan satu Cache yang dibagi, dan penggunaan skema System Request Que (SRQ), dua inti pada Core Duo bekerja secara bersamaan dengan satu Cache. Untuk menghemat energi, prosesor Core Duo juga cukup pintar untuk memutus daya kepada L2 Cache yang tidak beroperasi.
Digital Media Boost: Untuk prosesor Core Duo, Intel menambahkan instruksi SSE3 dan peningkatan (Floating Point Unit) FPU yang tidak dispesifikasikan. Penambahan kedua feature tersebut memang sesuai dengan penamaannya karena kini Core Duo memiliki instruksi SSE3 yang sangat membantu dalam melakukan encoding Audio maupun Video. Meskipun Intel tidak menyertakan peningkatan FPU secara jelas pada prosesor Core Duo, sebagai pembuktian CHIP akan melakukan sedikit pengujian pada bagian akhir artikel.
Advanced Thermal Management: Tidak setengah-setengah, mungkin pernyataan tersebut sangat pantas diberikan kepada Intel dari segi pengamanan yang diberikan dalam rangka melindungi prosesor Core Duo dari panas yang berlebih. Secara keseluruhan, Intel menyertakan tiga pengamanan suhu pada Core Duo, yang terletak pada tiap inti dan dioda pendeteksi panas yang dibagi oleh dua inti tersebut. Dengan skema pengamanan ini, notebook dengan prosesor ini dapat lebih pasti mengatur kekuatan kipas sehingga mengurangi kebisingan.
Bermain dengan api dan air
Secara kebetulan, CHIP sudah mulai menerima notebook-notebook berbasis Centrino Duo. Tentunya artikel ini akan menjadi seperti sebuah media internal yang melulu berbicara mengenai deskripsi sebuah produk tanpa adanya pembuktian yang nyata. Pada kesempatan ini, CHIP menggunakan ASUS V6J00X dan Toshiba Satellite M100 untuk mewakili kelas tengah dan atas notebook Centrino Duo untuk mendapatkan gambaran yang jelas kinerja platform Centrino Duo pada penggunaan sehari-hari. Intel mengklaim bahwa Core Duo memberikan peningkatan kinerja paralel yang signifikan tanpa penalti dari segi konsumsi daya yang berlebih. Mengukur peningkatan kinerja prosesor Core Duo memang cukup sulit karena CHIP tidak memiliki database kinerja prosesor Pentium M dengan kecepatan inti yang sama dengan Core Duo T2500 (2GHz). Meskipun begitu, CHIP memiliki database kinerja Pentium M 740 (Acer Travelmate 8102 WLCi, 1.73 GHz) yang dapat disetarakan dengan kinerja Core Duo T2300 (1.66 GHz).
Hal pertama yang CHIP uji untuk Centrino Duo adalah segi kemampuan encoding video dengan bantuan Virtualdubmod. Sesuai dengan janji Intel, Travelmate 8102 WLCi menempati posisi terbawah dengan menghabiskan waktu 2 menit 12 detik, sementara Satellite M100 berhasil menyelesaikan encoding video klip tersebut dalam waktu 2 menit 3 detik, dan seperti yang sudah diperkirakan, Asus V6J00X menempati posisi pertama dengan hanya menghabiskan 1 menit 40 detik.
Lucunya, melalui Task Manager, terlihat jelas bahwa kedua prosesor Core Duo hanya menggunakan 50% dari total kinerja potensial yang dimilikinya. Untuk menguji kemampuan multitasking yang dielu-elukan oleh Intel, CHIP menjalankan aplikasi SuperPI (8M) yang memaksimalkan inti kedua prosesor Core Duo sembari menjalankan video encoding yang sama.
Terlihat dari performa video encoding, Asus V6J00X mengalami penurunan kinerja sebesar 16% menjadi 1 menit 58 detik, Satellite M100 mengalami penurunan kinerja sebesar 30% menjadi 2 menit 20 detik, sementara Travelmate 8102WLCi mengalami penurunan kinerja sebesar 34% menjadi 2 menit 57 detik. Dilihat dari penurunan kinerja tersebut, terlihat bahwa penurunan kinerja berbanding lurus dengan kecepatan prosesor sehingga apabila Anda ingin melakukan multitasking yang berat, notebook dengan Core Duo T2500 adalah pilihan yang sangat sesuai.
Memang, panas yang dihasilkan oleh notebook-notebook yang diuji dapat terasa jika mereka sedang bekerja dengan kekuatan penuh. Dengan tes perbandingan notebook berbasis Centrino Duo yang akan datang pada edisi depan, kita akan melihat sampai sejauh mana para produsen notebook menambah feature dan kemampuan dari Centrino Duo.
Bagi Anda yang senang berkutat dengan istilah-istilah teknis, bersiaplah untuk menghafal istilah terbaru penamaan prosesor mobile Intel. Untuk prosesor mobile, tampaknya Intel sudah menanggalkan skema penamaan tiga digit angka yang mendeskripsikan kelas dan performa prosesor tersebut. Sekarang, Intel mengadopsi penamaan unik yang lebih menjabarkan sebuah prosesor secara teknis dari segi kinerja dan konsumsi daya, seperti AMD Turion.
Pada notebook Core Duo, jenis prosesor akan disebutkan terlebih dahulu, diikuti dengan sebuah huruf yang diakhiri dengan empat digit angka. Ada 3 jenis huruf sebelum empat digit angka yang mendefinisikan konsumsi daya dari prosesor Core Duo yaitu berurutan dari yang terkecil, U, L, dan T. Sementara itu, empat digit angka di belakang huruf menjabarkan kinerja dengan nilai kumulatif spesifik pada kelas prosesor yang bersangkutan. Contohnya, Core Duo L2400 dengan kecepatan 1.66 GHz tidak setara dengan T2400 yang memiliki
kecepatan 1.83 GHz. Meski tidak dapat dibandingkan dengan T2400, L2400 memiliki kinerja yang tinggi di kelasnya (kelas L) dan berkat penggunaan voltase serta kecepatan yang lebih rendah, daya yang digunakannya juga rendah.
»
Cara Kerja Core DuoFenomena dual core memang sudah menjadi hal yang umum dengan kehadiran prosesor Core Duo. Prosesor Core Duo terlihat seperti sebuah prosesor dual core desktop yang dipotong L2 Cache-nya. Berbekal informasi yang terus-menerus diperbaharui, prosesor Core Duo bekerja sebagaimana layaknya prosesor satu inti.
Apabila inti yang telah didelegasikan memproses data, inti kedua juga turut memonitor proses data tersebut. Keuntungan dari skema ini adalah, apabila inti pertama mengalami penurunan kinerja, inti kedua secara langsung mengambil alih proses data tersebut sementara, sebelum menyerahkan kembali proses data pada inti pertama.